Minggu, 02 September 2018

Strategi Content Marketing untuk Bisnis Kuliner

Jika Anda memilih bisnis online (khususnya bisnis kuliner online), Anda perlu memperhatikan yang namanya content marketing. Saat berjualan online, tak hanya membutuhkan tampilan visual saja, tapi juga harus menggunakan content marketing untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Pemasaran bisnis secara online di tanah air semakin signifikan. Menurut Badan Ekonomi Kreatif, media online menempati peringkat pertama dengan 53,70% sebagai lokasi promosi. Karena alasan tersebut, pemasaran bisnis kuliner banyak dilakukan secara online karena target market mereka berada di wilayah domestik. Namun, hal ini menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Maka dari itu, promosi digital marketing harus terus ditingkatkan. Dilansir dari blog.sribu.com ada 5 dari 8 kesalahan strategi marketing yang diakibatkan oleh content marketing yaitu:
-       Konten tentang diri sendiri.
-       Konten tidak sesuai target market.
-       Tidak ada strategi pembuatan konten.
-       Tidak menarik.
-       Bersifat spamming.
Kalau Anda merasa pernah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut, Anda harus tahu nih strategi content marketing yang baik untuk bisnis kuliner.
1.     Cantumkan Informasi yang Dalam
Cantumkan informasi yang dalam saat Anda memposting foto di media sosial. Buatlah konten yang informatif sehingga konsumen cukup “terhibur” dengan informasi tersebut. Misalnya Anda bisa membagikan bahan-bahan menu dan bagaimana membuat tampilan makanan yang cantik. Kondisi tersebut berkaitan dengan rasa ingin tahu manusia. Menurut Paul J. Silvia dalam e-book berjudul “The Oxford Handbook of Human Motivation”, pemenuhan akan rasa ingin tahu ini memiliki berbagai manfaat, mulai dari mengurangi keadaan negatif hingga memuaskan pengalaman personal. 
2.     Content Marketing Storytelling
Salah satu konsep content marketing storytelling yang bisa Anda tiru adalah salah satu akun Instagram dari luar negeri  @_foodstories_. Akun tersebut berisi foto-foto dengan mood yang senada dan caption-caption menarik seperti orang yang sedang menceritakan kegiatan yang dilakukan dalam foto yang di posting. Jadi, konsep ini akan membuat feed Instagram terlihat lebih menarik dan tidak membosankan.
3.     Berbagai “Rahasia Kecil”
Menyelipkan sedikit rahasia seperti diskon, voucher, atau kupon berpotensi mendapatkan respon positif. Mengapa? Karena hal tersebut akan menambah “rasa puas” konsumen yang sebagian besar konsumen senang diberi potongan harga. Biasanya strategi ini dipakai untuk promosi menu baru, cabang baru, atau service tambahanan.
4.     Gunakan Foto Original
Jika Anda memiliki fasilitas untuk mengambil gambar yang mumpuni, Anda bisa memposting hasil foto Anda. Jika tidak, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah mengambil gambar dari internet, dan jangan lupa menyertakan sumbernya supaya Anda tidak dianggap pencuri atau plagiat. Hindari hal tersebut, karena baik / buruknya bisnis Anda sangat tergantung dari kualitas content marketing.


Inspired by: http://bisnisbisnis.id/2017/07/21/content-marketing-strategy-bisnis-online-food-beverage/

Senin, 27 Agustus 2018

Efektifitas Antara Instagram dan Facebook untuk Jualan Kuliner



Trend berjulan saat ini telah mengubah gaya hidup masyarakat. Begitupun dengan pembelian melalui online. Semakin berkembangnya teknologi membuat masyarakat lebih senang ‘dimanjakan’ oleh kecepatan, kepraktisan, dan tentunya soal spend waktu. Di antara banyaknya media sosial, yang paling menonjol atau merajai adalah Facebook dan Instagram. Dua media sosial ini dipilih oleh kebanyakan orang karena memiliki efektifitas yang dinilai lebih daripada media sosial lainnya. Walaupun begitu, sebenarnya lebih efektif mana sih? Facebook atau Instagram?

Yang pasti keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk memilih media berjualan, kami punya tips yang bisa dijadikan bahan pertimbangan Anda, simak baik-baik di bawah ini.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FACEBOOK
1.     Image
Kelebihan dari upload gambar di Facebook adalah kualitas gambar yang tidak berubah. Jadi detail produk pada gambar akan terlihat jelas dan tentunya konsumen yang melihat akan merasa puas karena mereka bisa menilai kualitas produk hanya dari gambar sehingga mereka bisa membuat keputusan untuk membeli. Kekurangannya jika mau mengedit gambar, kita harus menggunakan software yang lain. Karena Facebook hanya menyediakan fitur crop dan tag. 

2.     Video
Karena saat ini dunia bisnis juga dituntut untuk kreatif, penggunaan video merupakan salah satu hal yang penting untuk memancing konsumen. Kelebihannya saat kita mengupload video di Facebook, kualitas video tidak akan berubah karena kapasitasnya yang besar dan tidak ada batasan durasi pada Facebook. Kekurangannya adalah jika mau mengedit video, harus menggunakan aplikasi lain.

3.     Fanpage
Fitur terbaik dari Facebook ini sangat cocok untuk pebisnis online. Salah satu syaratnya Anda harus memiliki akun pribadi terlebih dahulu baru bisa membuat akun fanpage. Kelebihannya Anda bisa melakukan update produk kapanpun sehingga tidak tercampur dengan konten pribadi. Dan juga dengan adanya fanpage dapat memberikan kesan profesional, jumlah fans yang tidak terbatas, free tag, dan muncul pada newsfeed buyer.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN INSTAGRAM
1.     Editorial Image
Instagram adalah media sosial pertama yang mengutamakan gambar sebagai kontennya. Maka dari itu Instagram memiliki filter foto yang bagus dan banyak pilihannya. Jadi kita tidak perlu repot-repot mengunduh aplikasi lain untuk mengedit foto. Kelemahannya gambar yang sudah di upload di Instagram tidak bisa di download, jika mau mengunduhnya, kita harus menggunakan aplikasi lain. Selain itu, kualitas gambar akan menurun saat kita mengunduhnya.

2.     Editorial Video
Untuk video, Instagram juga memiliki filter yang bagus dan kita bisa memotong durasi atau bagian yang tidak diinginkan. Kelemahannya sama dengan gambar, kualitas video juga akan menurun ketika kita mendownloadnya, durasi video yang di upload pun hanya bisa 1 menit.

3.     Hashtag
Ciri khas dari Instagram adalah hashtag. Penggunaan hashtag berfungsi untuk memudahkan kita dalam melakukan pencarian. Hashtag juga memudahkan Anda dalam mempromosikan produk. Karena jika kita menggunakan hashtag yang populer, produk kita akan mudah ditemukan orang lain.

4.     Instastory
Salah satu fitur terbaru dari Instagram ini memang lagi digemari. Kita bisa meng-upload foto dan video dengan menambahkan tulisan, sticker, atau filter-filter unik lainnya. Tapi kelemahannya adalah video dan foto hanya akan bertahan sampai 24 jam dan untuk video yang di upload hanya bisa 10 detik.

TIPS BERJUALAN ONLINE LEWAT FACEBOOK
1.     Maksimalkan foto produk
Dengan kualitas foto yang tidak akan berubah, maksimalkan foto produk Anda dengan kualitas yang baik. Sebaiknya foto produk dari sudut depan, belakang, atas, dan bawah, serta samping kanan dan kiri. Sehingga yang melihatnya pun akan merasa puas karena bisa mengetahui kualitas dari setiap sisi foto produk Anda. Jangan lupa masukkan ke dalam folder-folder supaya terlihat lebih rapi.

2.     Membuat video review produk
Karena tidak ada batasan durasi untuk video yang di upload ke Facebook, Anda bisa meng-upload review video produk secara lengkap untuk menimbulkan kepercayaan konsumen. Anda juga bisa mmebuat konten-konten menarik seperti tutorialnya atau tips-tips. Usahakan buat mereka tidak bisa dengan akun jualan yang Anda punya.

3.     Menjadi Anggota Grup
Masuklah menjadi anggota grup yang sesuai dengan bisnis Anda di Facebook. Hal ini memudahkan Anda untuk melakukan promosi serta bisa menambah networking. Misalnya jika Anda pebisnis kuliner, masuklah ke grup yang isinya para pebisnis kuliner.


TIPS BERJUALAN ONLINE LEWAT INSTAGRAM
1.     Maksimalkan keindahan visual
Karena Instagram khas dengan visualnya, usahakan untuk membuat foto Anda semenarik mungkin. Anda bisa mengeditnya terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi yang gratis. Anda bisa mengatur cahaya, warna, atau bahkan mengganti background foto produk supaya terlihat lebih menarik.

2.     Caption foto produk
Caption foto sangat penting di Instagram. Berikan informasi yang jelas dan singkat mengenai foto produk Anda. Atau jika Anda memiliki web, cantumkan juga link website Anda untuk mengarahkan orang lain mengunjungi web bisnis Anda.

3.     Menggunakan hashtag
Hashtag pada Instagram juga penting. Buatlah hashtag yang populer, unik, dan tentunya sesuai dengan jenis produk Anda. Atau bisa juga mencantumkan hashtag sesuai target market atau kota Anda. Ciptakan hashtag yang diperuntukkan untuk produk jualan Anda. Tujuannya untuk membedakan dengan pesaing.

4.     Memanfaatkan instastory
Jika Anda ingin meng-upload setiap hari atau dalam sehari bisa berkali-kali, sebaiknya manfaatkan instastory untuk memposting produk Anda. Karena jika Anda terus-terusan memposting di timeline, hal itu akan dianggap spam dan menganggu orang yang melihatnya.

5.     Endorsment
Ini salah satu cara yang populer di kalangan para owner online shop. Menggunakan jasa influencer sebagai promosi merupakan cara yang paling efektif. Karena ketika kita membayar mereka untuk mempromosikan produk kita, biasanya followers influencer tersebut akan tertarik dan kemungkinan besar memfollow akun produk yang dipakai oleh influencer tersebut.

Memberikan pelayanan terbaik
Intinya, selalu berikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen Anda. Bisnis online maupun offline, pelayanan yang baik akan menjadi nilai plus untuk bisnis Anda. Terutama jika Anda bisnis online, Anda harus memberikan pelayanan yang cepat supaya konsumen merasa puas dan loyal dengan bisnis Anda.

Sekian tips dari Foodizz kali ini, semoga artikel kami bisa bermanfaat dan bisa diterapkan dalam bisnis Anda. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.


Inspired by https://www.cermati.com/artikel/facebook-vs-instagram-mana-yang-lebih-baik-untuk-bisnis-online